Sunday, 11 October 2009 21:22
| 940 hits


DENPASAR--MI: Pemerintah Australia akan memberikan bantuan US$17 juta kepada Indonesia untuk pemulihan dan rekonstruksi daerah korban gempa di Jawa Barat dan Sumatra Barat.
Menteri Luar Negeri Australia Stephen Smith MP sebagaimana dikutip siaran pers Kedubes Australia di Jakarta yang diterima di Denpasar, Minggu (11/10) menyebutkan, dari US$17 juta itu akan dibagi untuk Jawa Barat dan Sumatra Barat. "Sebanyak US$12 juta untuk Sumatera Barat dan US$5 juta untuk Jawa Barat," katanya.
Ia mengemukakan, pihaknya sudah berbicara mengenai bantuan itu dengan Menlu RI Hassan Wirajuda, 4 Oktober lalu dan sebelumnya juga telah disampaikan mengenai rencana bantuan untuk gempa di Jawa Barat. "Saya meyakinkan Dr Hassan Wirajuda mengenai komitmen Australia untuk mendukung Indonesia, baik dalam fase darurat maupun fase pemulihan dan rekonstruksi. Termasuk di dalamnya mengenai gempa yang terjadi di Jawa Barat," katanya.
Pihaknya menyampaikan komitmennya untuk membantu membangun kembali sekolah-sekolah dan fasilitas kesehatan umum yang rusak. Di Sumatra Barat, pihaknya akan menyediakan dana hingga US$10 juta untuk membatu membangun kembali sekolah-sekolah dan fasilitas-fasilitas kesehatan umum.
Australia, katanya, juga akan menyediakan US$1 juta kepada pemerintah Indonesia yang menangani rekonstruksi dan US$1 juta kepada lembaga swadaya masyarakat Australia guna membantu upaya-upaya pemulihan dan rekonstruksi yang mereka laksanakan.
"Bantuan untuk pemulihan dan rekonstruksi ini merupakan tambahan bantuan darurat Australia, termasuk tim pencarian dan penyelamatan kota serta dukungan kepada palang merah setempat untuk mendistribusikan perlengkapan memasak, kebersihan dan kesehatan," katanya.
Guna membantu rekonstruksi di Jawa Barat menyusul bencana gempa bumi di Tasikmalaya yang terjadi pada 2 September lalu, dana sebesar US$5 juta dari Australia akan digunakan untuk membantu memperbaiki dan membangun kembali hingga 100 sekolah. "Bantuan ini akan digunakan untuk membangun sekolah yang telah ada yang disampaikan melalui Departemen Pendidikan Nasional dan Departemen Agama," katanya.
Sumber : http://www.mediaindonesia.com/