date
 
 
Click Here for more info..
 

Attention: open in a new window. PDFPrintE-mail

INILAH.COM, Canberra – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidatonya di hadapan parlemen Australia mengatakan, hubungan kedua negara merupakan hubungan cinta dan benci.

“Selama 60 tahun hubungan diplomasi, banyak naik dan turun yang kita lewati. Kami ingat ketika Australia berdiri teguh di samping kami untuk membantu kemerdekaan. Dengan berdiplomasi di PBB yang berlawanan dengan Belanda ketika itu,” papar SBY dalam pidatonya, Rabu (10/3).

Namun demikian, SBY juga tak memungkiri ada saat-saat dimana hubungan kedua negara sempat menegang. “Misalnya seperti ketika terjadi krisis di Timor Timur, dimana hubungan kedua negara berada pada titik terendahnya. Kita memang tak selalu sepaham,” lanjutnya.

Presiden berpidato di hadapan parlemen Australia setelah mengadakan pertemuan empat mata dengan PM Kevin Rudd untuk membahas berbagai isu. Di antaranya mengenai penyelundupan manusia, keamanan kawasan, terorisme, perubahan iklim, penanganan bencana, dan beberapa isu penting lainnya. [vin]

Sumber : http://inilah.com/

 
 
 
Powered By: Joomla | Design & Management by PIP PKS ANZ, PO BOX 6301 Lakemba, NSW 2195, Australia | All Rights Reserved