Friday, 18 June 2010 23:25
| 584 hits


JAKARTA - Niat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk melebarkan sayap dengan menyasar pemilih non-muslim pada pemilu 2014, dinilai tidak perlu dilakukan. PKS lebih baik fokus mengedepankan nilai keislaman yang universal.
Demikian disampaikan pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Kamarudin. Menurut dia, niat PKS tidak akan efektif sebab pemilih non-muslim sudah lebih diakomodir oleh partai-partai nasionalis atau partai dengan idiologi agama selain Islam.
“Daripada mewacanakan ini, lebih baik PKS fokus saja pada nilai-nilai yang selama ini dikedepankan. Ini juga secara tidak langsung tetap akan menarik saudara kita yang non-Islam dengan wajah Islam yang ditampilkan,” katanya saat berbincang dengan okezone, Jumat (18/6/2010).
Dia mencontohkan, ada satu daerah di kawasan Jakarta Utara yang didominasi etnis Tionghoa. Namun saat pemilu, justru perolehan suara PKS dominan di daerah tersebut.
“Jadi cukup konsisten degan nilai Islam, misalnya peduli dengan bencana dan lain-lain. Dengan catatan, jangan sampai jadi sinterclas, yang hanya muncul saat membutuhkan dukungan,” papar Kamarudin.
Niat PKS untuk menjaring pemilih non-muslim, menurut dia, tak ubahnya seperti mengejar burung yang terbang di alam bebas dengan resiko burung yang sudah di tangan lepas. “Jadi sampai burung yang sudah ada malah dilepaskan. Saya kira fokus saja,” terangnya.
Sebelummnya, Sekjen PKS Anis Matta mengungkapkan salah satu strategi PKS ke depan adalah dengan merangkul pemilih-pemilih non-muslim untuk mengurangi dikotomi PKS sebagai Partai Islam tulen.
Anis mata juga menargetkan peringkat tiga pada pemilu 2014 mendatang, dengan menyasar sebanyak 2 juta kader sebelum pemilu.(ded)
Sumber : http://okezone.com